PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PERANANNYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PERANANNYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA



Oleh Nurfiantini Rostina
1534411056


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BANGKALAN





BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan sangat penting bagi seluruh masyarakat baik dalam formal dan non formal. Pendidikan juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi manusia dalam menjalankan hidupnya. Warga negara yang bsik tentunya akan menjadikan dirinya sebagai pahlawan dalam bangsa dengan berbagai cara tentunya yang membanggakan.
Berdasarkan realitas kehidupan saat ini  yang dihinggapi berbagai krisis, maka  kita sebagai warga negara yang baik sangat penting untuk merealisasikan pembangunan karakter bangsa pada generasi muda. Proses pembangunan kakter bangsa tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Dalam hal ini, Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat menjadi wahana pembangunan karakter muda bangsa yang bermartabat.

B.     RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian pendidikan kewarganegaraan?
2. Apa pengertian pendidikan karakter?
3. Bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam  membentuk karakter generasi muda?

C. TUJUAN
1. Menjelaskan pengertian pendidikan
2. Menjelaskan pengertian pendidikan karakter
3. Menjelaskan peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter generasi muda







BAB II

  PEMBAHASAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilayang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya pengajaran dan pelatihan.

PENDIDIKAN KARAKTER

Dalam buku Pendidikan Karakter oleh Prof. Darmiyati Zuchdi, EEd.D., dkk mengemukakan bahwa Wynne (1991) istilah karakter diambil dari bahasa yunani yang berarti ‘to mark’ (menandai). Istilah ini lebih difokuskan pada bagaimana upaya pengaplikasian nilai kebaikan dalam bnetuk tindakan atau tingkah laku. Wynne mengatakan bahwa ada dua pengertian tentang karakter. Kesatu, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karate erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bias disebut ‘orang berkarakter’ apabila tingkahlakunya sesuai kaidah moral.dengan demikian pendidikan karakter yang baik, menurut Lickona, harus melibatkan bukan saja aspek ‘knowing the good’, tetapi juga ‘desiring the good’  atau ‘loving the good’ dan ‘acting the good’.
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Untuk membangun karakter bangsa Indonesia yang kuat menurut Kaelan (2011) didasarkan pada dasar filosofis bangsa. Bangsa Indonesia telah menentukan jalan kehidupan berbangsa dan bernegara pada suatu’khitoh’ kenegaraan, filosofischegrondslag atau dasar filsafat negara, yaitu Pancasila. Karena itu, etika politik kenegaraan sebagai prasyarat membentuk karakter bangsa pelu didasarkan pada nilai-nilai dasar Pancasila. Sebab sebagai dasar negara, filosofischegrondslag, Pancasila bukan merupakan suatu preferensi, melainkan sudah merupakan suatu realitas objektif bangsa dan negara Indonesia, yang memiliki dasar legitimasi yuridis, filosofis, politis, historis dan kultural.
Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter di kalangan generasi muda, yaitu:
a) Pendidikan agama sebagai salah satu media/sarana pendidikan karakter di kalangan generasi muda. Pendidikan agama yang diberikan kepada generasi muda saat ini, haruslah dipahami dimaknai secara mendalam, dan menyemaikan kebaikan tersebut di hati dan mewujudkannya dalam tindakan. Dengan makna yang demikian akan dapat dijadikan landasan pembangunan kecerdasan emosi dan spiritual dimana suara hati adalah menjadi landasannya.
b) Pendidikan keluarga sebagai salah satu media/sarana pendidikan karakter di kalangan generasi muda.
Untuk pembentukan karakter salah satunya adalah faktor keluarga dan pendidikan. Keluarga (pendidikan) adalah sebuah unit yang membangun bangsa dan untuk itulah negara dibangun. Keluarga adalah tempat dimana karakter anak dibentuk dimana pendidikan dimulai dan dipupuk, dimana norma pengambilan keputusan oleh si anak diciptakan. Seperti “refleksi” dalam majalah Nirmala mengungkapkan bahwa: jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya, dan jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKER GENERASI MUDA

  Pendidikan kewarganegaraan sangat penting. Di negara Indonesia, pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pluralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan  mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.“Tanpa pendidikan kewarganegaraan yang tepat akan lahir masyarakat egois. Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akan  menjadi sumber konflik. Pendidikan, lewat kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait dengan strategi kebudayaan.  
Pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu proses yang dilakukan lembaga sebagai pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang secara politik dan ikut membangun system politik yang demokratis.
Dalam buku Pendidikan Karakter oleh Prof. Darmiyati Zuchdi, EEd.D., dkk mengemukakan bahwa Wynne (1991) istilah karakter diambil dari bahasa yunani yang berarti ‘to mark’ (menandai). Istilah ini lebih difokuskan pada bagaimana upaya pengaplikasian nilai kebaikan dalam bnetuk tindakan atau tingkah laku. Wynne mengatakan bahwa ada dua pengertian tentang karakter.Kesatu, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia.Kedua, istilah karate erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bias disebut ‘orang berkarakter’ apabila tingkahlakunya sesuai kaidah moral.
Oleh karena itu peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter muda dapat dimulai dari pembentukan karakter salah satunya adalah faktor keluarga dan pendidikan. Keluarga (pendidikan) adalah sebuah unit yang membangun bangsa dan untuk itulah negara dibangun. Keluarga adalah tempat dimana karakter anak dibentuk dimana pendidikan dimulai dan dipupuk, dimana norma pengambilan keputusan oleh si anak diciptakan.
Karakter warga negara yang baik merupakan tujuan umum yang ingin dicapai dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di negara-negara mana pun di dunia.Sebagai contoh,di kanada pembentukan karakter warga negara yang baik melalui pendidikan kewarganegaraan diserahkan kepada pemerintah negara-negara bagian.Dalam konteks indonesia,di era orde baru pembentukan karakter warga negara tampak ditekankan kepada mata pelajaran seperti pendidikan moral pancasila (PMP), maupun pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) bahkan pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB).Di era pasca orde baru,kebijakan pendidikan karakter pun ada upaya untuk menitipkanya melalui pendidikan agama di samping pendidikan kewarganegaraan.
Dengan begitu pendidikan kewarganegaraan tidak jauh dari pengembangan karakter yang ada didalam faktor pendidikan. Pengembangan yang dapat dilakukan disekolah meliputi ;
1.      Pembelajaran
Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, menginternalisasika nilai-nilai, dan menjadikannya sebagai perilaku keseharian.
2.      Kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler
Demi terlaksananya kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang mendukung pendidikan karakter, perlu didukung dengan perangkat pedoman pelaksanaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan 18 karakter, dan revitalisasi kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang sudah ada ke arah pengembangan karakter.
3.      Alternatif pengembangan dan pembinaan karakter di sekolah sebagai aktualisasi budaya sekolah.
Pada tingkat institusi, pendidikan karakter mengarah pada pembentukan budaya sekolah. Menurut Masnur Muslich (2011: 81), budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. Dengan demikian diperlukan pengembangan dan pembinaan karakter di sekolah sebagai aktualisasi budaya sekolah merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar dapat berjalan efektif.
4.      Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Pendidikan karakter bukan sekedar pengetahuan saja, melainkan harus dilanjutkan dengan upaya menumbuhkan rasa mencintai perilaku yang baik dan dilakukan setiap hari sebagai pembiasaan. Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya, jika tidak terlatih untuk melakukan kebaikan tersebut. Dalam kegiatan ini sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan masyarakat.
Sudah jelas bagaimana kontribusi yang bisa diberikan pendidikan kewarganegaraan kaitannya dengan  karakter generasi muda. Dengan menanampilkan karakter melalui pembelajaran yang ada disekolah dan efek pengiring di masyarakat dapat menjadi individu menjadi matang dalam mengembangkan karakter bangsa.








\












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Salah satu upaya yang bisa mewujudkan karakter untuk generesai muda tersebut adalah menggunakan sebuah lembaga pendidikan yang sangat dekat dengan setiap generasi muda penerus bangsa. Sebuah media pelu diterapkan yaitu melalui sebuah mata kuliah dan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu warga negara melalui pendidikan .Sebagaimana pendidikan sangatlah penting peranannya dalam membangun karakter bangsa. Bangsa yang berkarakter lahir karena para warga negaranya mempunyai kredibilitas dalam melakukan  tindakan yang berbudi luhur sesuai apa yang ada dalam ajaran bernegara.
Generasi muda yang berkarakter pancasila mulai saat ini sudah mulai terkikis seiring dengan perkembangan jaman . jika hal ini terus dibiarkan akan meruntuhkan masyrakat bahwa bangsanya sudah tidak tangguh dan tidak berkarakter.
Oleh karena itu, melalui pendidikan kewarganegaraan ini diharapkan mapu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap karakter bangsanya.

B. Saran
Sebagai generasi mudah sudah sewajibnya kita sebagai penerus bangsa harus memiliki rasa juang.Meneruskan cita-cita dan membanggakan bangsa. Pendidikan juga merupakan bentuk cinta tanah air kita kepada bangsa dan negara. Sebaiknya rasa cinta tanah air ini dibentuk sejak dini agar dapat menciptakan anak bangsa yang jaya.








ABSTRAK

Rostina, nurfiantini. 2011.” Pendidikan Kewarganegaraan dan Peranannya Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda ”, Tugas, Program Studi Pendidikan dan Sastra Indonesias, STKIP PGRI Bangkalan, Pembimbing Dr.H. Sunarjo SH, M.Hum.

Kata kunci: pendidikan kewarganegaraan, peranan, generasi muda
Pendidikan sangat penting bagi seluruh masyarakat baik dalam formal dan non formal. Pendidikan juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi manusia dalam menjalankan hidupnya. Warga negara ysng bsik tentunya akan menjadikan dirinya sebagai pahlawan dalam bangsa dengan berbagai cara tentunya yang membanggakan.
               Pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu proses yang dilakukan lembaga sebagai pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang secara politik dan ikut membangun system politik yang demokratis.
Berawal dari latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut 1. Apa pengertian pendidikan kewarganegaraan 2. Apa pengertian pendidikan karakter 3. Bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam  membentuk karakter generasi muda .
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, penelitian dengan jenis ini diharapkan dapat mengumpulkan data sebanyak-banyaknya setanjutnya di analisis dan di interpretasikan dengan detail. Metode pengumpulan datanya adalah metode dokumentasi. Metode analisis data adalah deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta yang disusul dengan analisis.
Setelah melalui proses analisis, masalah dapat terjawab. Dari hasil analisis ternyata  diperoleh deskripsi tentang1. Menjelaskan pengertian pendidikan 2. Menjelaskan pengertian pendidikan karakter 3. Menjelaskan peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter generasi muda .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

media pembelajaran teks prosedur

media pembelajaran surat

SINTAKSIS FRASE